Minggu, 09 September 2012

Konflik Perusahaan



Konflik Dalam Suatu Perusahaan Antar Karyawan

Konflik dapat saja terjadi tidak hanya karena kepentingan antar individu, keluarga dan 
antar kelompok sosial yang berbeda, melainkan banyak kepentingan yang bertentangan, 
sehingga mereka berupaya untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan mereka sendiri 
dan jelas berupaya untuk mengalahkan kepentingan dan kebutuhan orang lain.
oleh karenanya Solusi merupakan jalan yang terbaik untuk diambil, solusi merupakan 
suatu tindakan memilih dimana kita bisa menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang 
terbaik dengan berbagai macam cara yang positif tentunya dan mendukung.
disini saya mengambil satu contoh konflik dengan karyawan dalam 
perusahaan/organisasi.

Jika saja ada salah satu karyawan anda, yang mengeluh karena kurangnya kerjasama 
antar rekan kerja yang selama ini anda bilang bagus yang disatu tugaskan dengannya, 
dengan penuh emosi si karyawan tersebut mengungkapkan kekecewaannya pada anda 
akan keluh kesah dengan rekan kerjanya. lalu meminta anda untuk segera melakukan 
tindakan ??

Berikut ini saran untuk mengatasi konflik antar karyawan :

1. Dengarkan kedua belah pihak.
Untuk memberikan solusi yang tepat sasaran,sebelumnya Anda harus tahu persoalan dari berbagai sisi. Dengarkan masalah dari tiap karyawan yang terlibat. Membiarkan  mereka mengeluarkan pendapat dan perasaan, membantu menenangkan mereka agar lebih siap untuk berkompromi dan negosiasi.

2. Tunjukkan empati kepada kedua belah pihak.
Tunjukkan bahwa Atasan mengerti situasi yang sedang terjadi. Hal ini tidak berarti Anda harus setuju dengan pendapat karyawan, tapi tunjukkan bahwa Anda memahami duduk persoalan.

3. Fokus pada masalah, bukan pada pribadi yang bermasalah.
Ingatkan dan jaga agar mereka tetap fokus pada masalah yang sedang dihadapi pada saat ini, tanpa mengaitkan masalah dengan hal-hal yang tidak relevan. Hal ini juga berlaku  untuk diri Anda sebagai seorang pemimpin.




Konflik Dalam Suatu Perusahaan Antar Karyawan

Konflik dapat saja terjadi tidak hanya karena kepentingan antar individu, keluarga dan 
antar kelompok sosial yang berbeda, melainkan banyak kepentingan yang bertentangan, 
sehingga mereka berupaya untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan mereka sendiri 
dan jelas berupaya untuk mengalahkan kepentingan dan kebutuhan orang lain.
oleh karenanya Solusi merupakan jalan yang terbaik untuk diambil, solusi merupakan 
suatu tindakan memilih dimana kita bisa menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang 
terbaik dengan berbagai macam cara yang positif tentunya dan mendukung.
disini saya mengambil satu contoh konflik dengan karyawan dalam 
perusahaan/organisasi.

Jika saja ada salah satu karyawan, yang mengeluh karena kurangnya kerjasama 
antar rekan kerja yang selama ini anda bilang bagus yang disatu tugaskan dengannya, 
dengan penuh emosi si karyawan tersebut mengungkapkan kekecewaannya pada atasan 
akan keluh kesah dengan rekan kerjanya. lalu meminta atasan untuk segera melakukan 
tindakan ??

Berikut ini saran untuk mengatasi konflik antar karyawan.

1. Dengarkan kedua belah pihak.
Untuk memberikan solusi yang tepat sasaran,sebelumnya Atasan harus tahu persoalan dari berbagai sisi. Dengarkan masalah dari tiap karyawan yang terlibat. Membiarkan  mereka mengeluarkan pendapat dan perasaan, membantu menenangkan mereka agar lebih siap untuk berkompromi dan negosiasi.

2. Tunjukkan empati kepada kedua belah pihak.
Tunjukkan bahwa Atasan mengerti situasi yang sedang terjadi. Hal ini tidak berarti Atasan harus setuju dengan pendapat karyawan, tapi tunjukkan bahwa Atasan memahami duduk persoalan.

3. Fokus pada masalah, bukan pada pribadi yang bermasalah.
Ingatkan dan jaga agar mereka tetap fokus pada masalah yang sedang dihadapi pada saat ini, tanpa mengaitkan masalah dengan hal-hal yang tidak relevan. Hal ini juga berlaku  untuk diri Atasan sebagai seorang pemimpin.





Konflik Dalam Perusahaan

Perusahaan manapun pasti pernah mengalami konflik dalam maupun luar. Mulai dari individu, kelompok sampai unit. Konflik yang kecil sampai yang besar. Konflik bisa terjadi karena kurang komunikasi antara sesame anggota perusahaan, penyalahgunaan kekuasahan dan lain-lain.

Antara divisi produksi dan divisi pemasaran. Contoh Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar, sementara divisi produksi hanya mampu memproduksi jumlah produksi secara terbatas karena langkanya sumber daya manusia yang ahli dan teknologi yang tepat.

Solusi :

Tindakan yang harus dilakukan adalah Divisi pemasaran sebaiknya meningkatkan jumlah tenaga ahli, agar produksi yang diminta bisa terpenuhi.

Komentar :

Menurut saya, Produksi yang terbatas karena langkanya sumber daya manusia yang ahli, menngunakan produksi yang terbatas itu dengan sebaik-baiknya.






                                                                                             



                                                                                               

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar